Sabtu, 16 November 2013

Beberapa Puisiku

AKU TAK INGIN KAU BERSINAR LAGI

Lantunan senyum yang mengais gairah kebahagiaan
Menghipnotisku dengan sejuta terkaan tak bertepi
Walau seribu malam gemerlap bintang merayuku
Takkan mampu lagi menggubah warna malamku
Karena cukup kaulah gemintang malamku
Yang mampu membangun dzikir sunyi dalam jiwaku

Ah malam tanpa gemintang tak berarti
Sementara walau jauh kau menatapku
Adalah pembuktian bunga yang mewangi di kelopakmu
Sampai pagi kulumat aroma bebunga
Yang berhamburan dari seluruh tubuhmu

Ah aku tak ingin kau bersinar lagi di depanku
Karena aku tak mampu menatap lekat tubuh indahmu
Nan lekukan ombak mengamuk tanpa sadar.

September, 2013
TENGGELAM

Tenggelam aku sudah dalam larut kehangatan rimbun cinta tak berwarna,
Aura wajah sebinal angin menggugurkan bebunga yang aromanya semerbak tak membosankan,
Sedangkan kemesrahan dedaunan yang melambaikan sepucuk surat yang penuh tafsir,
Ayat-ayat Tuhan yang terseruak diantara belantara jagat,
Mengakses imformasi kepada siapa saja yang ingin menghiasnya ke dalam hati

Siapa yang menyanjung kebesaran Tuhan!!!
Siapa yang memuji kekuasaan Tuhan!!!
Ia kan merasakan kenikmatan dekat dengan Tuhan,

Subhanallah
Masyaallah
Tabarokallah
Benar-benar tenggelam dalam kemakrifatanNya.

                Beraji, 2013


PRAJURIT

Aku ingin jadi prajurit
Yang menyimplangkan pedang di lambung
Dan menunggangi kuda dengan memacunya
Memiliki sepirit tempur yang meluap-luap di dada
Tak ada kehawatiran lagi
Tak ada rasa takut mati lagi
Tak ada, ada taka ada
Tak ada, ada
Ada tak
Tak ada
Tak-tak, ada-ada
Ada-ada, tak-tak
Ada tak ada
Awalnya tak ada menjadi ada
Dari ada kemudian menjadi tak ada
Hingga tiada lagi satupun musuh yang aku takuti.

01 Sept 2013

ANDAI AKU BURUNG

Andai aku burung, aku ingin mewarnai bulu-buluku dengan warna seribu bunga
Agar orang-orang menyeruku dengan seruan engku burung yang menakjubkan
Yang setiap hari silih berganti mata mereka membelaiku
Membuka mulutku dan memasukkan makanan kasih sayang di dalamnya
Agar aku senang bersamanya, memotretku dan meletakkan di dinding rumahnya
Supaya aku tak berjauhan dengannya.

Uh, betapa menggembirakan,
Setiap saat tamanku menjadi ramai, hatiku menjadi damai
Uh, betapa menyenangkan, setiap saat
Wajahku tertatap, hatiku menjadi tenang yang kerap
Hingga walaupun selamanya akupun ingin hidup.

05 September 2013





KREASI TUHAN YANG MEMUKAU

Aku lihat semut bersendawa
Di atas keramik-keramik tengkurap
Mengabarkan kegembiraan yang kekal,

Kemudian aku alihkan tatapanku nan jauh
Ke hulu sungai yang riak airnya menderu kencang,
Ikan-ikan gemulai bernyanyi
Di iringi ritme nada gelembung busa arus

Hingga tak ada cerita bambu yang muram
Karena angin selalu mengajaknya menari
Sekalipun dedaunan yang berguguran
Masih saja melambaikan canda.

Benar semacam ungkapan filosofi-filosofi kehidupan
Bahwa perasaan itu takkan mampu tergadaikan oleh harta
Dalam menelusuri keindahan alam
Dalam keunikan kreasi Tuhan yang memukau
Menghipnotis siapa saja menyaksikannya
Menenggelamkan hanyut dalam kelemahan
Siapa saja memikirkannya.

05 Sepetember 2013


TAK BERTEPI

Bila malam berlalu tanpa rindu
Bukanlah aku yang tak mau mengadu
Namun hati sudah bertalu-talu
Dalam kesumbangan yang kaku

Bukanlah sajak yang mati terpaku
Tak bertepi dalam sendu
Namun bias syahdu
Tergerai dalam padu

Tak ada lagi canda yang dulu
Terkapar nan sayu
Yang ada tandu
Kesepian jemu

Alun-alun, 19 juli 2013

TEMPAT APA INI
Aku mulai prahara ini kembali dengan untaian syair ketegangan
Mendengkur hasrat yang kian sumbang melepuh geram dalam candu
Tanpa mendengar celetuk tangis Angin di antara buritan hujan yang rintik
Merampungkan aksara ramalan saja dalam sejenak kata yang menari tanpa henti

Aku telah menemukan matahari bersenggama dengan Air laut di waktu pagi
Dan ku incar beberapa tempat kemesrahan dalam tikungan-tikungan lekuk tubuh pantai
Lambaian daun cemara seirama dengan tatapan mataku yang binal
Sesekali aku menguncapkan bahwa istana yang berjejer membentuk pulau tanpa penghuni
Yang ada kerumunan bibit penyakit bersahaja dari satu istana ke istan lain
Bertandang dari satu sudut ke sudut lain,

Aku belum mengerti mengapa burung yang mereka terbangkan tidak takut
Dikejar pemburu, kemudian diburu dan dihidangkan dalam pesta yang akan mereka hadiri sendiri

Aku juga belum mengerti bagaimana mungkin tak ada satupun yang membicarakannya
Setiap kali aku tatap beberapa kali aku merasakan kengerian yang begitu dahsyat
Tak henti-henti aku berseru, berceletuk dan mengumpatnya
Tempat apa ini, yang sesak dengan bibit penyakit.

08 September 2013













HIDUP ITU
Semestinya kau tak perlu merias tubuh lebih lama lagi
Karena aku lebih suka kau tampil apa adanya
Tanpa membohongi singa-singa yang mengejarmu
Begitu pula dalam hasratmu jangan kau berkeinginan untuk itu
Sementara yang lain masih berdiam tanpa tindakan

Karena pada waktunya nanti semua orang akan tertarik dan kagum dengan kesederhanaanmu
Karena sesuatu yang sederhana itu adalah keabadian yang takkan mudah menjadi debu debu kebosanan

Siapa yang tak tertarik dengan wajah yang tidak terlalu berlebihan, dengan penampilan yang tidak terlalu mencolok, dengan tingkah laku yang masih alami.
Karena bagiku hidup itu adalah kenangan, kenyataan dan masa depan
Bukankah kita hidup hanya untuk mendekatkan diri saja , memperbaiki saja dan selebihnya menyempurnakan,

12 November 2013




HANYA TUHAN

Hanya Tuhan yang kita butuhkan dalam hidup ini,
Hanya Tuhan yang kita andalkan dalam dunia ini
Hanya Tuahan yang kita besarkan mulai kemarin, saat ini hingga esok.

Karena hanya Tuhan juga yang mencukupi
Karena hanya Tuhan juga yang mampu mebantu
Karena hanya Tuhan juga tiada kekuatan selaiNya.

Tapi meengapa kita membuat Tuhan tersinggung dengan kita butuh kepada yang lain
Tapi mengapa kita membuat Tuhan terasingkan dengan kita mengandalkan yang lain
Tapi mengapa kita membuat Tuhan kerdilkan dengan tindakan kita yang memuja-muja usaha kita

11 November 2013









Tidak ada komentar:

Posting Komentar